afriliadelina

Berharap apa kamu, dari seorang…. manusia?

Dia sama sepertimu.

Pembohong, menyelamatkan dirinya sendiri, si egois, peselingkuh, pencium yang baik, jenaka, dan dia manusia.

Aku tak ingin merangkak hingga luka berulang untuk sebuah harapan.

Aku juga tak ingin melukaimu dengan tabiatku yang merongrong minta di yakinkan.

Sedih.

Sejauh ini, tak ada yang bisa mengerti aku.

Sejauh ini pun, aku tak bisa mengerti diriku sendiri.

Diam.

Jangan salahkan siapapun.

Itu yang sedikit banyak harus dicamkan.

— 1 day ago
"Enjoy it while it lasts. And when it does, I’ll let you to be the one to break my heart."
Djenar Maesa Ayu (via dewidraupadi)
— 5 days ago with 3 notes

Aku benci berdiam diri dan berlagak bagai mesin waktu.

Kadang aku melemparkan diriku seolah aku bermesraan denganmu.

Kadang aku melemparkan diriku dalam keadaan menangis jika kelak kita tak bersama.

Seringnya aku berlagak menyerupai dirimu.

Berlagak bisa membaca pola pikiran dan perasaanmu.

Aku menjadi kamu.

Aku sehaus tubuh yang berhari-hari tidak minum.

Dengar dulu alasanku.

Aku sehaus itu karena… kamu tak pernah mengutarakan, seberarti apa diriku ketika dalam pelukanmu.

— 6 days ago

Saat Mama bertanya sesuatu hal, dan tak sanggup memberi jawaban yang menyenangkan hatinya, disitulah aku merasa menjadi anak yang paling payah.

— 2 weeks ago

Penawar kesepian. Atau benar-benar suka?

Kita bertemu di titik koordinat untuk bersenang-senang.

Mungkin gurat senyumku yang menggoda matamu.

Atau kicau halus bahasa tubuhmu yang membuatku memperhatikanmu.

Tak mudah ku tebak, meski ada sedikit rambu.

Takut seperti asap rokok, aku menghembus racunnya tapi menghirupnya kembali.

Berlabuh kembali dalam pesakitan waktu lalu.

Boleh aku berpikiran baik?

Kita tak akan pergi kemana-mana, itu saja.

— 3 weeks ago
Jakarta Selatan, Kita Berlima

lantai 26B, 2 ruang tidur dan ruang lainnya.

kita berlima ngabisin waktu di bangunan itu.

lidah sapi cabe rawit plus nasi, chiki, roti, indomie, kopi, kartu, rokok juga pilm.

eh ga lupa juga, gelegar ketawaan kita berlima yang cuma berhenti pas tidur.

salah satu dari kita bakal ke kalimantan karena pekerjaan.

gw pribadi merasa sedih. mbak siska juga sedih.

tapi, namanya temen pasti tetep temen. mau sejauh apapun.

pertemanan yang diawali dari liburan bareng di bali selama 4 hari.

ga nyangka bisa sedeket ini, yang baru berumur hampir sebulan.

bulan April tahun ini, tahun yang paling nikmat buat gw.

sial, gw mau nulis banyak tapi ga ada kata yang bisa gw ketik ya.

semua yang sekarang ada cuma lengkungan senyum gw kalo inget kemarin.

~~~~ooohhh, these times are hard…..

gw menggumam lagu The Script, For the First Time.

ada saat gw pengen nikmatin suara tawa mereka bertiga, gw masuk kamar, gw tutup mata dan merekam di hati pas mereka saling mencela.

DAN GA MUNGKIN BANGET GW GA IKUTAN KETAWA JUGA, PADAHAL SENDIRIAN!!!!

sinting banget.

Tuhan, Tuhan punya rencana apa sih selanjutnya untuk kita berlima.

satu-satu sepertinya mau pergi. :’(

tapi makasih Tuhan. Kau jodohkan aku dengan mereka semua.

apapun itu, gw sayang kalian.

makasih ya udah mau nyisihin waktu yang kalian punya untuk kita berdua.

mungkin kita berdua suka bikin kalian sebel karena kita perempuan bawel.

*oke jangan mewek, ja~~~~ngan~* *fuhfuuhfuuuhhh*

thank you, kupels or trio meshra, uhmm, semua-muanya, for making such incredible memories!

— 4 weeks ago

kelak apa lagi yang akan kita sesalkan, ketika hati sudah tertusuk jeruji dan mati berkarat.

— 1 month ago